Ratusan Warga Ambil Paksa Jenazah Pasien Positif Covid19 di RSUD Kota Mataram :::
Foto:Ratusan Warga Ranjok Menolak Pemakaman Protokol Covid19

Ratusan Warga Ambil Paksa Jenazah Pasien Positif Covid19 di RSUD Kota Mataram :::

Mataram – Ratusan warga mendatangi Rumah Sakit Daerah kota Mataram, Senin malam (6/7) , Untuk menjemput paksa salah seorang warganya atas nama Maesi, Perempuan, Umur 55 Tahun ,Beralamat di Dusun Erat Mate Desa  Mekarsari Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat,  Dengan diagnosa dokter, Positif Covid19, ALO, HT, Iskemik anterior Gagal Nafas, Sebelum meninggal dunia pasien Maesi dirawat di Ruang Isolasi Graha -Safir Bed 8, yang sebelumnya kondisi pasien sudah memburuk sejak masuk di IGD RS Kota Mataram dengan gejala penurunan kesadaran dan desaturasi.

Sebelumnya, pihak Rumah Sakit Kota Mataram telah melakukan test Swab terhadap pasien pada hari sabtu 4 Juli 2020 yang hasilnya dapat diketahui pada hari Senin 6 Juli 2020 dengan hasil Positif Covid19.

Adapun kronologi kejadian, Pada pukul 16.50 Pasien Maesi dinyatakan meninggal dunia, dan pihak Rumah Sakit yakni Perawat dan Dokter Jaga telah malakukan KIE (komunikasi informasi dan edukasi) ke keluarga tentang kondisi klinis pasien, Namun pihak keluarga tetap mendesak agak pemakaman dilakukan tanpa protokol covid19.

Pukul 17.20 Dilakukan negosiasi oleh Pihak Rumah Sakit Daerah Kota Mataram mengenai pemakaman pasien, Namun pihak keluarga tetap bersikeras menolak pemakaman dengan protokol Covid19, dan KIE selanjutnya menunggu hasil Print Out Test Swab dan datangnya Camat Gunung Sari dan dari kepolisian.

Pukul 18.30 Dilakukan Kembali KIE atau negosiasi oleh tim RS Kota Mataram yang di dampingi oleh Kepala Desa Mekarsari, Camat Gunung Sari dan Aparat Kepolisian dari Polres Mataram, Namun pihak keluarga tetap bersikukuh bahkan mendatangkan masa langsung ke Rumah Sakit Daerah Kota Mataram.

Pukul 19.30 Massa semakin banyak dan mulai meringsek masuk ke Graha Mentaram dan areal sekitar Rumah Sakit Daerah Kota Mataram.

Pukul 20.30 Penandatanganan Surat Penolakan Pemakaman Protokol Covid19, dan menunggu kendaraan penjemput jenazah dari pihak keluarga pasien.

Pukul 20.50 Pihak Keluarga membawa jenazah positif covid19 menggunakan Taxi.

Direktur Rumah Sakit Daerah Kota Mataram melalui sambungan telepon mengatakan ” itu hal biasa,sudah beberapa kali kasus serupa terjadi, tadi malam itu warga ranjok protes tidak mau dilakukan protokol covid19 terhadap pemakaman, negosiasi buntu ya sudah kami lepas tanggung jawab dan jenazah diserahkan kekeluarga” kata dr Lalu Herman Mahaputra.

 

 

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )