Rekanan Proyek Pedestrian Jalan Pejaggik Diduga Abaikan Keselamatan Pekerja

Rekanan Proyek Pedestrian Jalan Pejaggik Diduga Abaikan Keselamatan Pekerja

Mataram – Proyek penataan pedestrian jalan Pejanggik Kota Mataram, mulai dari simpang empat Bank Indonesia hingga depan Gedung Eks RSUP NTB, hari ini mulai dikerjakan.
Dalam proses pengerjaan proyek tersebut, tampak belasan pekerja mulai melakukan proses pembongkaran.
Pedestrian lama yang terbuat dari bahan keramik dan juga batu sikat, dibongkar untuk kemudian dilakukan peremajaan dan dipercantik.
Hanya saja, ada hal yang terlihat mengganjal dari aktivitas pembongkaran yang dilakukan para pekerja itu.
Semua pekerja proyek ini, terlihat tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri, seperti sepatu kerja hingga pelindung kepala atau helm, sehingga berpotensi mengancam keselamatan mereka, jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan saat bekerja.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, Miftahurrahman melalui sambungan telpon mengaku belum mengetahui secara persis, apakah dari segi aturan perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja merupakan syarat wajib yang harus dipenuhi pihak rekanan.
Meskipun demikian, ia berjanji akan segera melayangkan teguran kepihak rekanan agar tidak mengabaikan keselamatan para pekerjanya.
“Nanti saya ingatkan tentang K3 nya, karena ini hari pertama mereka kerjakan. Nanti kita cek tentang aturan K3 nya,” ujar Miftahurrahman.
Pemerintah Kota Mataram terus berupaya mempercantik wajah ibu kota dengan membenahi sejumlah fasilitas publik.
Kali ini, gilaran pedestrian jalan Pejanggik, mulai dari simpang empat Bank Indonesia hingga jembatan eks gedung RSUP NTB yang akan dilakukan penataan.
Untuk menata dan mempercantik pedestrian jalan Pejanggik ini, anggaran yang dikucurkan terbilang cukup besar yakni mencapai Rp. 3, 3 miliar bersumber dari dana APBD Perubahan tahun anggaran 2022.(irh/mtr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )