Ribuan Pedagang dan UMKM Dari Penjuru NTB Panen Rezeki Diarena Hultah NWDI di Anjani

Lale Syifa Yaqutunnnafis saat turun melihat pedagang di Arena Hultah NWDI di Anjani

Lombok Timur – Hultah NWDI ke 88 di Anjani Lombok Timur yang berlangsung pada Ahad 29 Oktober 2023 ternyata memberikan dampak ekonomi yang cukup besar untuk warga Nusa Tenggara Barat, khususnya warga Lombok Timur (Lotim).

Hal itu dibuktikan dengan banyaknya pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang menjual dagangannya di sekitaran arena Hultah lapangan Ummuna Hj Siti Raihanun ZAM di Anjani Lombok Timur. Diperkirakan lebih dari seribu lima ratusan orang pedagang dari penjuru NTB yang menjajakan dagangannya saat momen Hultah ini.

“Semua full di sini menjadi satu walaupun mereka bukan orang NW tapi mereka bisa mencari nafkahnya di sini dengan pendapatannya yang luar biasa ya,” tutur ketua Pimpus Muslimat NW Lale Syifa Yaqutunnnafis. Jumat (27/10/2023).

Syifa menyebut, pendapatan sehari para pedagang ini mencapai jutaan padahal jika dilihat dari dagangannya cuman jualan makanan ringan dan minuman dingin.

“Ya Alhamdulillah mengalahkan pendapatan rumah makan yang besar sehari itu dan itu pun katanya cuman dari magrib sampai jam 01.00 malam,” terang cucu Pahlawan Nasional Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid itu.

Miftahul Jannah salah seorang pedagang mengatakan, momen hultah NWDi ini diakui selalu ditunggu-tunggu oleh para pedagang, sebab barang dagangan mereka selalu ludes terjual.

Dalam kurun waktu satu Minggu mendekati hari H perayaan Hultah pendapatannya terus meningkat, jika dibandingkan dengan dari hari-hari biasanya. Dalam sehari omset yang didapatkan bisa tembus Rp 600-Rp700 ribu perhari. Semakin mendekati hari perayaan omset akan terus meningkat.

Khusus di hari H perayaan Hultah, masing-masing pedang diakui jarang yang mendapat omset kurang dari satu juta per hari. Hal itu dilihat dari hasil penjualan pada tahun sebelumnya. Dimana omset yang didapatkan mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 2 juta rupiah per hari.

“Khusus di hari perayaan itu paling sedikit kita dapatkan Rp1,5 juta. Tapi kalau besok saya belum tahu mudah-mudahan bisa bertambah lagi,” ujarnya.

Disebutkan, Tidak jarang stok dagangan habis, sehingga membuat para pedagang harus bolak balik untuk mengambil stok. Selama berjualan tidak ada sewa tempat lapak di lingkungan tersebut. Hanya saja pedagang cukup menyumbang seikhlasnya saja, itupun tergantung dari para pedagang.

“Itulah kenapa, momen ini selalu menjadi momen yang kami tunggu. selain dagangan kami habis terjual, disini juga tidak ada sewa-sewa atau uang kebersihan atau apalah yang kami harus bayar. Selesai dagang atau selesai acara kita tinggal bersihin saja bekas sampah kita. Kalau nyumbang seikhlasnya saja,” pungkasnya.

Senada dengan Nurul Hikmah, Nuraini penjual minuman dan seblak mengakui hampir setiap tahun dirinya juga tidak pernah absen untuk berjualan di lingkungan Ypp Syaikh Zainuddin NW Anjani. Bahkan ia sekeluarga tinggal ditempat itu dengan membawa tenda sebagai tempat tidur bersama anak dan suaminya.

“Kalau nanti pas hari H kita pindah karena disini (Lapangan) tempat jamah mengaji. Mulai besok sore ini sudah steril dari penjual. Tapi kita sudah ada tempat di samping jalan,” ujarnya.

Paling sedikit omset yang di dapatkan pada hari H perayaan Hultah mencapai Rp700 ribu sampai Rp 1 juta dari hasil penjualan minuman dan makanan saja. Pada tahun sebelumnya ia berhasil meraup keuntungan bersih dari jualan sebesar Rp 1,5 juta. Sementara pada hari biasanya dia hanya mendapatkan omset berkisaran Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu.

“Cuman pas mau ultah saja, saya jualan disini. Kalau hari-hari biasa di rumah dan tempat lain. Makanya kita sangat menunggu momen-momen ini,” imbuhnya.

Disela berkunjung Ummi Lale Syifa juga tidak sungkan untuk makan bersama di lapak pedagang. (RL)

CATEGORIES

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )