Setelah Turun Harga, Minyak Goreng Langka

Setelah Turun Harga, Minyak Goreng Langka

Mataram – Program minyak goreng satu harga Rp. 14.000 per liter, yang dihajatkan untuk membantu masyarakat, nyatanya malah sulit didapatkan, karena mendadak langka di pasaran. Kelangkaan minyak goreng subsidi tersebut, terjadi di banyak minimarket modern maupun swalayan akibat pasokan yang terbatas dan stok selalu habis diserbu pembeli. Pantauan lomboktvnews.com, sejumlah ritel modern seperti alfa mart dan indomaret kehabisan stok. Bahkan, meski dietalase toko terpampang tulisan minyak bersubsidi namun tak nampak satu liter pun minyak goreng diritel modern tersebut.
Disalah satu swalayan di kawasan ampenan, para pembeli nampak langsung menyebu minyak goreng yang baru dikeluarkan dari gudang swalayan.
Langkanya minyak goreng di pasaran, membuat masyarakat, terutama para ibu rumah tangga menjerit. Mereka mengaku, kesulitan untuk mendapatkan minyak goreng, paska keluarnya kebijakan pemerintah memberlakukan satu harga Rp. 14.000 per liter.
“Kalau kemarin sebulan bisa beli empat liter, tapi sekarang dua liter, sekarang susah dapatnya, kalau sebelumnya harganya normal tapi gampang dapatnya. Sekarang murah tapi susah barangnya gak ada,” keluar Diyah.
Salah satu pengelola swalan di Mataram, Prajono mengaku, meski pasokan cukup terbatas, pada dasarnya mereka masih memiliki stok minyak goreng untuk dijual kepada masyaraka. Namun, paska terjadinya penuruan harga, justru terjadi trend panic buying. Dan tak sedikit pembeli yang berbuat curang, dengan melakukan beragam trik hanya untuk dapat memborong minyak goreng.
Sehingga, untuk mencegah terjadinya monopoli oleh segelintir pembeli, pihaknya terpaksa membatasi jumlah stok minyak, yang di pajang dietalase swalayannya.
“Ini karena panik aja ya, kita stok tetap ada tapi kalau kosong baru kita keluarkan. Kalau tidak kita batasi bisa masuk tiga kali nanti, ada juga yang bawa anak kecil untuk belanja,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Uun Pujianto mengaku bingung, atas fenomena langkanya minyak goreng di pasaran. Pasalnya, dari koordinasi yang mereka lakukan dengan pihak distributor, stok minyak goreng terbilang masih aman, dan pasokannya terbilang lancar. Namun, faktanya minyak goreng justru mendadak menjadi barang langka.
Bahkan, disejumlah ritel modern, kelangkaan tidak hanya terjadi pada komoditi minyak goreng, namun juga komoditi gula. Uun pun mewanti-wanti pihak distributor maupun ritel modern, agar tidak melakukan penimbunan. Pasalnya, jika hal itu dilakukan, maka pihaknya pun tidak segan-segan memberikan sanksi tegas.
Katanya di Indomaret dan Alfamart stoknya kosong, tapai saya cek di distributor stoknya tetap ada. Nanti kita ambil tindakan kalau ada yang melanggar ketentuan,” ancamnya.(irh/mtr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )