Stok Obat Terbatas, Wabah PMK di Mataram Makin Meluas

Stok Obat Terbatas, Wabah PMK di Mataram Makin Meluas

Mataram – Penyakit Mulut dan Kuku pada sapi ternak di Kota Mataram, terus meluas.
Sampai saat ini, tercatat sudah lebih dari 70 ekor sapi milik peternak terserang Penyakit Mulut dan Kuku.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Mataram, Dijan Riatmoko melalui sambuangan telepon menyampaikan, wabah Penyakit dan Mulut pada sapi ternak di Kota Mataram terus meluas.
Dalam kurun waktu satu pekan terakhir ini, sudah 70 lebih ekor sapi dari total sekitar 1.500 ekor sapi di Kota Mataram terkonfirmasi terjangkit penyakit Mulut dan Kuku.
Pihaknya pun terus melakukan upaya pengendalian wabah PMK, agar tidak semakin meluas. Namun, karena terbatasnya ketersediaan obat-obatan menyebabkan pihaknya kewalahan dalam melakukan penanganan.
Dimana, dalam melakukan penanganan, pihaknya hanya bisa melakukan langkah isolasi kandang dengan memisahkan sapi yang terjangkit dengan sapi yang belum terjangkit.
Dijan mengatakan, meski puluhan sapi di Mataram sudah terkena penyakit mulut dan kuku, namun Kota Mataram belum berstatus zona merah, mengingat masih banyak kelompok ternak yang sapinya belum terjangkit PMK.
“Sudah ada yang kena di Mataram, kita dalam lampu kuning menuju merah, tapi tidak sebanyak daerah lain. Kita tidak tau sampai kapan,” ujarnya.
Dijan menyampaikan, dengan terbatasnya ketersediaan obat-obatan, pihaknya hanya bisa melakukan penanganan terhadap sapi yang telah positif terjangkit PMK dan belum bisa melakukan upaya pencegahan, dan melakukan penyuntikan secara massal terhadap seluruh sapi di Kota Mataram.
Disamping itu, dengan terbatasnya jumlah obat, pihaknya pun akan mengajukan anggaran untuk membeli sendiri obat-obatan, sehingga tidak lagi tergantung dari pasokan obat yang dikirim oleh pemerintah pusat maupun pemerintah Provinsi NTB.(irh/mtr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )