Talas Bening, Komoditi Pertanian Pengganti Tembakau

Talas Bening, Komoditi Pertanian Pengganti Tembakau

KLU – Tak banyak yang tahu, jika talas bening bisa menjadi bahan pengganti tembakau yang bebas nikotin.
Talas bening merupakan komiditi pertanian yang daunnya bisa menjadi bahan baku rokok herbal sedangkan umbinya bisa diolah menjadi tepung berkelas dan bernilai ekonomi tinggi. Kabupaten Lombok Utara menjadi kabupaten pertama di NTB yang mulai membudidayakan talas bening. Komoditi terbaru yang habitatnya dilahan lembab itu, nantinya akan menggantikan tembakau sebagai bahan baku pembuatan rokok herbal dengan nilai ekonomi tinggi.
Selain daunnya yang bisa dijadikan bahan baku rokok non nikotin, umbi talas bening juga bisa diolah menjadi bahan pangan berkualitas tinggi.
Bupati Lombok Utara, Djohan Syamsu mulai memperkenalkan satu komoditas pertanian terbaru yang memiliki nilai ekonomi tinggi apabila dibudidaya dengan baik, yang diperkenalkan oleh bupati djohan kepada petani Desa Genggelang Kecamatan Gangga, pada 4 Maret lalu. Bupati berharap kepada petani untuk membudidayakan komiditi baru itu di lahan lahan kebun bukan lahan persawahan. Harapan itu diutarakan bupati mengingat komiditas talas bening itu dikhawatirkan akan menggeser minat petani untuk menanam padi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Lombok Utara, Tresna Hadi yang ditemui dikantornya menjabarkan ikhwal talas bening, komoditi pertanian yang bernilai ekonomi tinggi sebagai pengganti tembakau.
Ditambahkan, Hadi bahwa, selain daunnya yang bisa diolah sebagai bahan baku rokok herbal dan umbinya sebagai bahan pangan, talas bening juga memiliki prospek menjanjikan jika petani mampu membudidayakan tanaman yang berusia 4 tahun itu dengan baik. Petani akan mulai memanen daun talas bening itu sejak tanaman berusia 3 bulan. Sementara umbinya bisa dipanen setelah tanaman itu berusia maksimal dan tidak berdaun lagi.
“Talas bening bisa dimanfaatkan, ada dua yang pertama adalah daunnya itu sebagai bahan baku tembakau rokok bisa mulai dipanen awal itu pertama kali itu setelah 3 bukan sampai tidak produktif lagi umbinya bisa diolah menjadi tepung,” terang Hadi.
Selanjutnya, untuk memastikan pemasaran komoditas baru itu, pemkab Lombok Utara melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian Dan Perikanan menjalin kerjasama dengan pihak perusahaan yang siap membeli daun dan umbi talas bening yang dibudidayakan oleh petani lombok utara.(shd/klu)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )