Terlambat Bayar THR, Perusahaan Didenda 5%

Terlambat Bayar THR, Perusahaan Didenda 5%

Mataram – Hari Raya Idul Fitri, pemerintah mewajibkan perusahaan untuk memberikan THR sebesar 1 kali gaji, maksimal 7 hari sebelum lebaran.
Jika tidak, akan di berikan sanksi berupa denda sebesar 5%. Berdasarkan surat edaran menteri Ketenagakerjaan nomor 36 tahun 2021, para pengusaha diwajibkan memberikan tunjangan hari raya keagamaan, kepada buruh atau pekerjanya sebesar 1 kali gaji.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi NTB, Gede Putu Ariyadi menyampaikan, bahwa apabila perusahaan terlambat memberikan THR, maka akan dikenakan sanksi berupa denda sebesar 5%.
Karena itu, diharapkan perusahaan akan membayar THR tepat waktu sesuai dengan ketentuan yang telah tertuang dalam SE menteri tersebut.
“Sesuai dengan ketentuan, pembayaran THR keagamaan, perusahaan wajib membayar THR keagamaan seminggu sebelum hari H, kalau kalau terlambat ada sanksi nya itu 5 persen. Memang perusahaan dan pekerja saling berkoordinasi,” terang Putu. Ditambahkannya, Disnakertrans NTB telah membuka posko pengaduan serta layanan konsultasi baik bagi pekerja, maupun perusahaan yang hendak berkonsultasi terkait tekhnis pembagian tunjangan hari raya.
Dalam Surat Edaran Menaker tersebut, tertuang bahwa baik pekerja tetap, maupun pekerja perusahaan berhak mendapatkan tunjangan hari raya sesuai dengan ketetapan perusahaan atau minimal satu kali gaji.(ris/mtr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )