Tingkat Kepatuhan Laporan Investasi Pengusaha di Mataram Rendah

Tingkat Kepatuhan Laporan Investasi Pengusaha di Mataram Rendah

Mataram – Tingkat kapatuhan para pengusaha atau investor, dalam melaporkan investasinya, melalui sistem laporan kegiatan penanaman modal terbilang masih rendah.
Sampai saat ini, masih terdapat sekitar 30 persen investasi atau sektor usaha baru di Kota Mataram, belum dilaporkan. Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu mencatat, realisasi investasi di Kota Mataram sepanjang tahun 2021 lalu sebesar Rp. 885 miliar lebih, atau 115 persen dari target investasi tahun lalu sebesar Rp 769 miliar.
Meski realisasi investasi berhasil melampui target, namun realisasi tersebut di perkirakan masih sangat jauh, dibawah potensi nilai investasi yang terjadi selama tahun 2021 lalu. Hal ini terjadi, karena tingkat kepatuhan para pengusaha untuk melaporkan investasinya, melalui aplikasi laporan kegiatan penanaman modal terbilang masih rendah.
Dari total investasi atau bidang usaha baru yang tumbuh, dan mengajukan izin pada tahun 2021, sekitar 30 persen yang belum melaporkan investasinya karena beragam kendala dan alasan.
Masih banyaknya investasi yang belum dilaporkan ini mempengaruhi tingkat validitas data terkait informasi perkembangan realisasi investasi secara berkala, sumber informasi perkembangan penyerapan tenaga kerja. Padahal, informasi-informasi tersebut sangat dibutuhkan, sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam penetapan kebijakan.
“Secara berkala sumber informasi perkembangan penyerapan tenaga kerja, informasi-informasi tersebut sangat dibutuhkan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam penetapan kebijakan. Kita terkendala di pelaporan investasi yang tidak teratur oleh teman-teman itu sistemnya tidak jalan. Kami lakukan pendekatan terus untuk bisa laporkan dengan kami sebarkan beberapa selebaran,” ujarnya.
Sementara itu, dari 12 sektor bidang usaha ataupun investasi, 3 sektor investasi di Kota Mataram yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi sepanjang tahun 2021.
Yang pertama, investasi disektor hotel dan restoran dengan nilai investasi sebesar Rp 241 miliar lebih
Selanjutnya investasi dibidang perumahan, kawasan industri dan perkantoran, dengan nilai investasi mencapai Rp. 229 miliar. Dan yang ketiga investasi disektor perdagangan dan reparasi, dengan nilai investasi mencapai Rp. 220 miliar lebih.(irh/mtr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )