Tuntut Transparansi Anggaran, Karang Taruna Merembu Gedor Kantor Desa
Karang Taruna Desa Merembu hearing tuntut transparansi anggaran dana desa(Hamdi/Lomboktvnews.com)

Tuntut Transparansi Anggaran, Karang Taruna Merembu Gedor Kantor Desa

Mataram – Puluhan remaja yang tergabung dalam Karang Taruna Desa Merembu, Kecamatan Labuapi menggedor kantor desa, Rabu (22/7). Mereka datang untuk  menuntut transparansi anggaran dana desa yang selama ini terkesan tertutup.

“Selama ini kok Desa tidak pernah mempublikasikan dana desa kemana saja, untuk apa saja, berapa jumlahnya pun kami tidak tahu selama ini,” ungkap Ketua Karang Taruna Desa Merembu, Tasmin Ramli.

Dia juga mengungkap, persoalan desa selama ini sangat janggal. Dana desa yang seharusnya diketahui masyarakat umum, namun seolah-olah tidak mau diketahui.”apa masyarakat tidak perlu tahu? Kan Undang-Undang sudah jelas mengatur dan lainnya,” beber Tasmin.

Selain persoalan transparansi dana desa, persoalan lainnya yang menjadi tuntutan pemuda yakni lingkungan hidup dan perkembangan karang taruna. Sebab selama dilantik 2014 silam, karang taruna sama sekali tidak pernah dilibatkan. Baik dalam Musdes, RPJMDes atau program lainnya.

” Selama ini karang taruna sangat ingin terlibat dalam semua program desa. Namun realitanya, sama sekali tidak pernah dirangkul,. Kalau kita diajak, pasti kita akan bantu memajukan desa, termasuk mempromosikan desa agar bisa dikenal atas prestasinya,” kata Sekretaris Karang Taruna Desa Merembu Habibi.

Sementara Kepala Desa Merembu, H Muhazzab mengakui kondisi kebersihan kantor Desa belum tertangani dengan baik dan terlihat  kotor. Dirinya pun meminta karang taruna ikut membantu pengelolaan persoalan sampah di Desa.

“Saya akui belum bisa atasi sampah. Makanya kita butuh bantuan karang taruna. Mari ada anggaran Rp 100 juta, silakan Kelola,” tantang baliknya.

Sementara soal anggaran dana desa dan dana desa, Pemdes sejatinya sudah menempel baliho ukuran 1×2 meter. Namun beliho itu sempat robek dan diturunkan. Terlebih, sebagai imbas dari pandemi Covid-19 pihaknya harus melakukan revisi anggaran.

” kami selalu terbuka, anggaran yang kami kelolo selalu kami publish melalui media baliho, namun baliho tersebut sempat robek sehingga terpaksa diturunkan . Lagian banyak revisi karena Covid-19 makanya belum kita perbaiki lagi,” pungkasnya.( Hmd/Lobar)

CATEGORIES
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )