Walikota Kecewa Kesadaran ASN Pemkot Mataram Bayar Zakat Rendah

Walikota Kecewa Kesadaran ASN Pemkot Mataram Bayar Zakat Rendah

Mataram – Walikota Mataram, H Mohan Roliskana kecewa, dengan rendahnya tingkat kesadaran para aparatur sipil negara di lingkup pemerintah Kota Mataram, dalam membayar zakat penghasilan.
Dari 4.000 lebih ASN beragama muslim, hanya sekitar 2.500 ASN saja, yang membayar zakat melalui Baznas Kota Mataram.
Dalam rapat koordinasi Baznas Kota Mataram, yang berlangsung di Ruang Kenari Kantor Sekreatiat Daerah Kota Mataram, wali kota mengapresiasi kinerja Baznas Kota Mataram, dalam mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.
Pendistribusian hasil pengumpulan zakat, yang dilakukan Baznas Kota Mataram, telah banyak berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan sosial kemasyarakatan di Kota Mataram.
Namun sayangnya, hal tersebut belum mendapat dukungan dari para ASN Kota Mataram, yang sampai saat ini, tingkat kesadarannya dalam membayar zakat, terbilang masih rendah.
Mohan pun mengingatkan para kepala organisasi perangkat daerah, mengatensi dengan serius persoalan tersebut dan mendorong para ASN untuk menjalankan kewajibannya, membayar zakat melalui Baznas Kota Mataram.
“Bapak-bapak dan ibu-ibu saya ingatkan, saya tidak bicara dua kali masalah ini, apalagi harus memanggil kepala dinas satu persatu. Tolong apa yang menjadi target pengurus Basnas Kota Mataram menjadi perhatian,” tandas Mohan.
Kepala Baznas Kota Mataram, H Jaswad menyampaikan, potensi zakat ASN Pemkot Mataram, terbilang cukup besar yakni mencapai sekitar Rp. 14 miliar.
Namun, sayangnya potensi tersebut belum bisa digarap secara optimal, akibat masih rendahnya tingkat kesadaran ASN membayar zakat.
Djaswad menyampaikan, selain karena banyaknya ASN, yang terlilit hutang, masih rendahnya zakat yang berhasil dikumpulkan, juga disebabkan, karena kekeliruan para ASN dalam menterjemahkan regulasi terkait zakat penghasilan.
“Dari 4.000 ASN, yang sudah bayar zakat itu baru 2.500. Masih banyaknya ASN yang belum membayar karena sebagian besar penghasilan nya minus. Kita tidak tau, mungkin karena masih banyak bon-bon yang harus di bayar,” terang Djaswad.
Djaswad menyampaikan, pada tahun 2022 ini, target penerimaan zakat di Kota Mataram ditetapkan sebesar Rp. 6 miliar. Dan, hingga memasuki akhir triwulan pertama ini, realisasinya sudah mencapai sekitar Rp. 1 miliar.(irh/mtr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )