Warga Perampuan Keluhkan Bau Menyengat dari TPA Kebon Kongok

Warga Perampuan Keluhkan Bau Menyengat dari TPA Kebon Kongok

Lobar – Dampak TPA Kebon Kongok sebagai tempat pembuangan sampah Regional Provinsi Nusa Tenggara Barat, semakin dirasakan warga masyarakat pedesaan sekitar TPA Kebon Kongoq.
Bau menyengat yang dibawa hembusan angin mencapai radius lebih dari 500 meter yang dirasakan sangat menganggu kondisi kesehatan masyarakat, khususnya Desa Perampuan Kecamatan Labuapi.
Terlebih lagi, saat musim hujan, warga menjadi enggan tinggal dirumahnya. Bahkan, ada yang mengungsi ke desa tetangga. Ceceran sampah tersebut juga menyebar hingga saluran irigasi pertanian dan sawah sawah masyarakat.
Kepala desa Perampuan, H Zubaidi saat di konfirmasi mengatakan, pencemaran udara dan air oleh keberadaan TPA Kebon Kongoq, sangat dirasakan oleh warganya yang secara kesehatan lebih berbahaya dari virus covid-19.
Oleh karena itu, kepala desa Perampuan yang di lantik sekitar delapan bulan itu berharap, pemerintah daerah Lombok Barat maupun pemerintah provinsi NTB turun langsung ke masyarakat, untuk mengecek kesehatan masyarakat, dampak dari sampah TPA kebon kongoq.
“Masalah penyebaran dan arah angin ke arah utara maka agak sedikit terganggu pelayanan-pelayanan. Kita juga minta dari Kementerian kesehatan untuk melakukan pengecekan kesehatan masyarakat,” ujar Zubaidi.
Ditambahkan nya, TPA dan sengatan bau yang tajam, memaksa dirinya harus melayani keluhan puluhan masyarakat yang setiap hari datang ke kantor desa setempat.
Dikatakannya, bahwa sebagian warganya masih memanfaatkan aliran air kali Babak untuk mandi dan mencuci kendati dipenuhi sampah TPA .(ham/lbr)

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )